Anda masih ingat artikel “Menerapkan 5S secara sederhana”? Ternyata tidak gampang menerapkannya, apalagi jika di perusahaan tersebut belum ada sistem yang mendukung. Tetapi, jangan khawatir ! Ada sebuah cara baru menerapkan 5S yang efektif, yang dengan pendekatan SAHOO. Sistem ini dikenal dengan 6S, jadi bukan lagi 5S lho.
Hari ini, saya mendapatkan umpan balik yang bagus sekali dari Pak Herry, yang bekerja di manufaktur. Berikut ini, saya kutipkan secara lengkap pandangan beliau tentang 6S. Selamat membaca !
Spesial to Pak Herry, thanks for sharing.
****
From: Herry K <herry.k@*******>
Dear all,
Dalam wacana kelihatannya simple, tapi percayalah… jika diimplementasikan…terkadang hasilnya tidak maksimal alias jalan di tempat.
Perlu strong policy dan dukungan kuat dari perusahaan untuk mencapai yang terbaik…
Dahulu…kami juga menerapkan seperti itu…tapi hasilnya tapi hasilnya “zero”….why?
- - Tidak adanya perhatian dari management..management hanya menekankan harus dilakukan tapi tidak mengamati hasilnya
- - Setiap individu memang melakukan 5S… tapi terhadap individu lain tidak mau tahu / saling membantu…dan tidak seorangpun yang mau melakukan pembersihan
- diluar areanya masing masing….sehingga ada areal yang tidak tersentuh 5S, seperti toilet. lorong lorong, jalan, dsb.
- - Tidak adanya rasa kompetitif.. membuat setiap individu merasa ini bukan tugas yang penting, jadi hanya dikerjakan kalau ada waktu saja
Sejak 3 tahun yang lalu….kami mengimplementasikan 3Q6S yaitu aktivitas 6S untuk menjadikan perusahaan yang 3Q
Adapun 6 S terdiri dari Seiri, Seiton, Seiso, Sheiketsu, Shitsuke, dan SAHOO.
SAHOO adalah perilaku yang baik dilingkungan perusahaan, mencakup :
- - Pribadi yang ramah tamah dan bersahaja,
- - Sikap hormat menghormati antara atasan dengan bawahan, bawahan dengan atasan, dan sesama pekerja / selevel
- - Sikap menghormati tamu ( customer , vendor)
- - Sikap soapn santun dalam bertelepon
- - Tatacara meeting
- - Sopan santun berkunjung ke perusahaan,l
- - Suasan kerja yang gembira, dll
3Q Adalah sasaran yang ingin dicapai melalui penerapan 6S yang berkesinambungan,yaitu :
- - Quality Goods
- - Quality Employee
- - Quality Company
Pelaksanaannya :
- - Perusahaan membentuk suatu komitee yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden Direktur
- - Selanjutnya komitee ine membentuk divisi berdasarkan wilayah kerja
- - Komitee bertanggung jawab mempersiapkan : – rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang
- – kerangka kerja
- – material dan bahan edukasi
- – system pengawasan / audit
- – System Reward
- - Setiap department dan individu harus terlibat langsung dengan aktivitas 3Q6S dengan semangat gotong royong dan kerja sama
- - Pelaksanaan pengawasan / audit dilakukan setiap minggu oleh komitee, dan hasilnya diumumkan secara terbuka pada General meeting
- - “The Best department of the month” diputuskan oleh komitee berdasarkan penilaian yang objektif, dan tertulis
- - Reward diberikan langsung oleh Presiden Direktur / Managing Direktur kepada The Best Department of the month didepan semua Head Section pada ssat General Meeting.
Apa yang telah kami dapatkan dengan penerapan 3Q6S?
- -Lingkungan kerja yang bersih, nyaman, dan suasana kerja yang gembira
- - Produk yang bermutu tinggi, biaya produksi rendah
- - Order meningkat karena calon pelanggan terkesan dengan kualitas produk yang baik, kondisi pabrik yang bersih, employee yang ramah.
- - Effisiensi meningkat, ditandai dengan Pproduction Lead time yang rendah, dan Delivery time yang tepat waktu
- - Cost saving terutama dari : – employee (yang tadinya butuh manpower untuk mengurusi kebersihan.. sekarang dilakukan sendiri oleh employee)
- – Electric cost
- – Delivery cost. dengan schedule yang tepat waktu, tidak memerlukan biaya untuk spesial cargo / courrier
- – Operational cost, dengan kualitas yang stabil, Yeild rate menjadi cukup tinggi sedangkan defective rate menjadi rendah
- - dan masih banyak keuntungan lainnya, yang secara nyata telah kami rasakan.
Demikian sekilas pengalaman yang telah saya alami dalam melaksanakan 3Q6S
Regards
Herry


like this
Saya belajar banyak dari tulisan ini, kapan yah blog saya bisa dapat penghargaan jadi blog inspiring
bener juga, tanpa dukungan dan kesadaran dari manajemen perusahaan/instansi mungkin rasanya berat sekali untuk dilaksanakan ya…
bahkan instansi dengan embel-embel sertifikat ISO-9001 pun ditempatku kerja, rasanya belum menyentuh tentang hal ini sama sekali… masih semrawut
hmmm, btw, nais inpo gan …
nice info bro… idem dengan yang diatas
Mas, izin sedot artikelnya yaa
Perusahaan saya merupakan sebuah pabrik kimia, bergerak dibidang pigment, bahan baku cat, dsb. Dari tahun 2005 kita coba terapin 5S, benar-benar sulit terutama dari merubah persepsi karyawan tentang pentingnya 5S. Mereka bilang “ini kan pabrik cat, mana bisa bersih, jangan samakan dengan pabrik lain dong!”. Tapi sedikit demi sedikit ada juga perubahan, tapi saya sebagai koordinator 5S masih merasa belum puas dengan hasil yang dicapai.
Saya menginginkan pabrik ini bisa menerapkan standar-standar 5S, terutama standar manajemen visual, misalnya penerapan label, warna, rambu-rambu, dsb sesuai standard idealnya 5S masih kesulitan untuk diterapkan disini. Saya sih punya ide untuk survey ke pabrik lain yang sudah menerapkan 5S untuk dicontoh dan diterapkan di pabrik kami, tapi kebanyakan mereka menolak dikunjungi apalagi sampai difoto-foto segala, ada yang bisa bantu ???
wah, tambah lagi neh ilmu. moga blog saya juga bisa seperti blog anda. hehehe.
terima kasih ya.
saya jadi ingin menerapkan di lingkungan kerja IT soalnya lingkungan kerja di tempat saya ini berkutat dengan peralatan IT seperti cadangan PC, printer, kabel, telepon dan lain-lain, jadi saya mau coba utk menerapkan hal ini.
terima kasih